Laman

Selasa, 25 Maret 2014

Annora ShortCourse

Adalah mimpi baru suami dan saya yang lain, menyebarkan sdikit ilmu yang kami miliki kepada sebanyak mungkin orang. Maka tercetuslah ide untuk membuat sebuah lembaga pendidikan kecil-kecilan. Konsepnya insyallah jauh berbeda dengan bank lmbg pndidikn yg skr sdh byk di masyarakat.
Sebenarnya intinya adalah mengajarkanapa yang sudah kami ketaui selama ini. Ilmu praktis dan aplikatif krn bs lngsung diterapkan dan aplikatif.

Rabu, 23 Oktober 2013

Cantiknya Ber-kaus Kaki ^__^

Yuuuk Sempurnakan Cara Berhijab Kita


Sekitar  tahun 91-an keluar SK pemerintah yang  memperbolehkan muslimah memakai jilbab ke sekolah. Ayah saya pun menyambutnya dengan gempita. Saya 4 bersaudara, 3 orang perempuan an 1 orang laki-laki. Buru-buru orang tua saya mengganti seragam sekolah 2 kakak saya dengan seragam panjang plus jilbab. Saya sendiri karena saat itu sudah bersekolah di MTsN jadi sehari-hari ke sekolah sudah pakai jilbab (karena kurang pemahaman tentang islam, meski ke sekolah berjilbab, tapi rambutnya tetap aja kelihatan ^___^)

Tahun berganti, menginjak SMA, saya meninggalkan kampung halaman tercinta, dan mulai hidup mandiri di Kota Malang. Dimasa SMA itu;ah saya mulai berkenalan dengan para aktivis islam, kepada mba-mba yg disebut -akhwat- saya mengkaji Islam.Dari situ saya tahu, bahwa memakai kaos kaki sama wajibnya dengan memakai jilbab.

Ketika pulang, saya menyampaikan keinginan saya untuk memakai kaos kakipada ibu saya. Yaa.. bisa ditebak, ibu sayamenolak mentah-mentah. Jilbab saat itu masih merupakan hal yang aneh, kuno dan sama sekali nga gaul. Model busana muslim dan jilbab saat itu hanya itu-itu saja, kain jilbab yang beredar saat itu juga kaku dan kurang nyaman."Haduuhhh nga usah pakai kaos kaki, kayak orang bubulen," kata ibu saya saat itu. (Bubulen = istilah jawa, mungkin semacam penyakit kulit di kaki kali ya... saya sndiri juga binggung mengartikanya ^___^)
Dan kaos kaki? Haduuuhhh selain bahannya tebel, warna kaos kaki di masa itu juga rata-rata itu-itu saja. Warna-warna maskulin, abu,hitam,coklat dan sebangsanya. Jadi tentu saja pakai kaos kaki nga ada cantik-cantik-nya...

Jaman berputar, Islam sudah tumbuh dan diterima disemua lapisan, masyarakat. Para produsen baju dan designer, berlomba mengeluarkan design dan jilbab dengan desain yang cantik dan modis. Kini Berjilbab bukan lagi sesuatu yang kuno.

Tidak ketinggalan bermunculan aneka produsen kaos kaki yang membidik segmen muslim. Warna-warna yang ditampilkan juga warna-warna ceria dan girly.


Ini adalah Pilihan warna Kaos Kaki Merk SOKA, cantik-cantik dan ceria bangetkan? 
U can buy it Jilbab CantiQ Malang

 Bahkan sekalipun memakai high heel, jangan ragu untuk tetap memakai kaos kaki, bukan saja bisa menambah cantik penampilan anda terutama karena -berkaos kaki- juga bersifat wajib, bagian dari perintah Allah, untuk menutup aurat secara sempurna.







So jangan ragu untuk memadu padankan penampilan kita dengan kaos kaki warna-warni sesuai dengan busana yang kita kenakan.



Bisa kamu lihat, bahkan kaos kaki berwarna maskulin, yaitu abu-abu, jika pintar memadu-padankannya, bisa tampil sangat cantik.

Mari bersama berusaha memperbaiki kesempurnaan kita dalam berhijab dihadapan Allah.
semoga sedikit tulisan ini bisa menginspirasi anda dalam berhijab yaaa.....

Hijab Designer of ANNORA & PURPLE'S




Jumat, 30 Agustus 2013

USG ADEK BAYI...

Alhamdulillah... lama rasanya nga posting di blog ini... saya beberapakali masih posting tulisan atau cerita-cerita, tapi blog saya yang satunya http://purple-hijab.blogspot.com/.

Kehamilan anak yang ke 4 di usia yang sudah tidak muda (35 tahun) memang cukup berat bagi saya, Kalau Allah mengijinkan. ini adalah anak terakhir saya. Perkiraan akan lahir minggu ke 2 pertengahan Januari 2014. Mohon doanya semuanya yaaa... semoga Allah memudahan proses kelahirannya, bayi nya lahir sehat dan nomal, menjadi anak yang sholeh atau pun shalihah. Menjadi slah satu umat Rasulullah yang bisa bertemu dengan beliau di Telaga Al-Kautsar kelak di hari kebangkitan. Aamiin.

Ini hasil USG tgl 10 / Juni (6) 2013 masih kecil belum kelhatan apa-apa cuma setitik saja...


Ini hasil USG tanggal 20 Agustus 2013, sudah masuk bulan ke 4, sudah keluar estimasi kelahirannya. Alhamdulillah... ngak sabar menunggu Januari 2014...Panjangkan umurku- agar aku sempat membesarkan anak-anakku di jalan mu....

Rabu, 08 Mei 2013

LAKUKAN DENGAN CINTA PART 2

Melanjutkan postingan saya sebelumnya Lakukan Dengan Cinta PART I  . Sebelum saya melanjutkan, saya ingin bercerita terlebih dahulu. Saat tulisan saya yg pertama diposting di fb, seseorang berkomentar : "Tapi tetap saja kan mba, untuk memulai usaha tetap butuh modal. " Saya akan jawab ; "iya. Tentu saja butuh modal." Tapi modal terbesarnya bukan uang, MODAL TERBESAR-nya adalah KEMAUAN.
Kalo modal terbesar yang dibutuhkan untuk memulai usaha adalah uang, kenapa sich banyak ruko di pinggir jalan yang baru buka usaha gulung tikar? Kenapa juga banyak usaha wisata kuliner yang letaknya strategis, bangunannya sudah mewah dan tentu saja untuk membuka usaha sebesar itu rata-rata hutang ke bank, tapi ujung-ujungnyaa tetap saja gulung tikar. Itu karena untuk mempunyai sebuah usaha yang kokoh dibutuhkan lebih dari sekdar uang. Dibutuhkan skill-skil yang sudah berpengalaman dan matang dalam dunia bisnis. 
Karena itu sekarang bagi yang punya uang lebih tinggal pilih francise mana yang cocok. Karena dengan sistim fransice pemodal tidak butuh pengalaman berbisnis. tinggal menjalankan aja sistem yang sudah dibangun oleh fransicesor (pemilik usaha fransice). Karena sistem yang sudah terbangun akan memudahkan para pengusha menjalankan bisnisnya. :)

Baiklah cukup saja pendahuluannya yach...

Kembali ke cerita bahwa banyak bisnis yg bisa dimulai tanpa modal uang dalam jumlah yang besar.

















hcjkhdjk

Rabu, 01 Mei 2013

Lakukan Dengan Cinta PART 1

Salah satu tips bagi yang ingin memulai bisnis barangkali adalah temukan aktivitas apa yang anda cintai. 
Kebetulan sejak muda saya adalah type orang yang tidak bisa berdiam diri. Sejak muda saya menghabiskan banyak waktu untuk berorganisasi. Sejak pagi hingga jam 9 atau bahkan jam 12 malam sering saya pulang dari kampus dalam kondisi kelelahan. Ngapain aja di kampus sampe jam segitu? Entahlah saya sekarang juga baru sadar, ngapain aja saya dikampus seharian? Yang jelas secara akademis nilai saya biasa saja. Tapi kegiatan ektrakurikuler telah memikat hati saya untuk belajar banyak hal. Saya menjabat sbg ketua di beberapa divisi di beberapa lembaga kampus sekaligus. Masih menjadi wartawan kampus juga. Berburu tulisan dan mendapatkan honor yang lumayan tiap bulannya untuk ukuran kantong mahasiswa.

Kenapa saya bisa menghabiskan begitu banyak waktu di kampus untuk berbagai kegiatan? jawabanya adalah karena saya cinta. Ketika anda mencintai sesuatu, sekalipun anda harus lembur semalaman, maka yang timbul bukanlah lelah, tapi puas karena sudah melakukan yang terbaik untuk sesuatu yang anda cintai. Atau ketika menemukan masalah yang timbul bukanlah putus asa, tapi justru penasaran bagaimana bisa menyelesaikan masalah tersebut?

Masih ada beberapa contoh, aktivitas yang saya cintai, yang ternyata mempunyai nilai ekonomis yang cukup besar.

MENULIS
Selepas kuliah saya segera menjadi ibu rumah tangga, memiliki seorang putri dan sangat shok. Bagaimana tidak? sebelumnya saya adalah seorang aktifis yang selalu sibuk berkutat dengan banyak hal. Menghabiskan waktu dengan beragam aktifitas dan pergulatan ide dengan teman-teman sesama aktivis. Saya mencoba melanjutkan hoby menulis saya. Kalau dulu sewaktu masih jadi mahasiswa semua tulisan saya ditampung di tabloid kampus. kali ini saya mencoba mengirimkan tulisan saya ke sebuah penerbitan berskala nasional. Dan alhamdulillah saat itu (kalau tidak slah sekitar 10 tahun yang lalu)  tulisan saya dimuat beberapa kali di hidayatullah. Honornya pun lumayan banyak (nominalnya saya lupa). Nah kan hobby menulis pun yang tanpa modal bisa menghasilkan uang juga lho...
SULAM PITA
Suatu ketika, pengajian kecil saya mengadakan tugas agar tiap individu mengisi pengajian kecil kami denganketrampilan yang saya kuasai.Singkat cerita, salah seorang teman pengajian mengisi dengan kerajinan sulam pita. Dari situlah saya mulai jatuh cinta dengan kerajinan sulam pita. Selain karena bahannya murah, dia juga bisa merubah kain yang polos menjadi bernilai.Maka saya pun mulai hunting bahan-bahanyang dibutuhkan. Disela-sela kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga, ketika ada waktu luang saya habiskan untuk memperdalam ilmu sulam pita. Belum puas sampai disitu, saya mulai mengkoleksi buku-buku tentang sulam pita. Tidak semua buku bagus, beberapa penerbit ada yang mengarapya dengan asal. sangat mengecewakan. Tapi dari buku-buku itulah ilmu sulam pita saya makin terasah. Saya pun mulai berani mengajarkan ilmu saya itu kepada beberapa tetangga secara gratis. Juga membuat selebaran KURSUS SULAM PITA. Alhamdulillah responnya cukup baik. Selain mendapat penghasilan yang lumayan dari murid kursus sulam pita, saya juga beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk mengisi pelatihan sulam pita yang diadakan oleh beberapa instansi pemerintah. U see temukan yang anda cintai, karena apapun bisa dijual. Segala sesuatu bisa bernilai ekonomis yang tinggi asal anda mau.



Baru sadar kok di foto-foto ini saya kelihatan gemuk ya? kenapa sekarang kurus sekali dan susah sekali untuk gemuk? huaaaa...



JILBAB STYLIST
Saya juga adalah orang yang sangat suka belajar, belajar tentang hal-hal baru, setiap hari saya belajar, bahkan sampai detik ini, di usia yang sudah tidak muda lagi, setiap hari saya masih belajar. Ada banyak hal yang saya pelajari, dan itu semua saya lakukan dengan cinta. Sebenarnya sudah lama saya jatuh cinta dengan teknik menghias jilbab. Sudah lama juga saya belajar tentang jilbab stylist dari majalah-majalah mode muslimah. Tapi baru sekitar dua tahun yang lalu saya serius menekuni dunia jilbab stylist. Hhhmmm sangat menyenangkan... saya bergairah untuk memperdalam ilmu jilbab stylist. Pada malam-malam tertentu terkadang saya menghabiskan banyak waktu di depan cermin untuk mengotak atik jilbab. Browsing di mbah Google  gambar-gambar kreasi jilbab. Dan mulai mempraktikkannya. Tentu saja tidak dalam waktu sekejab langsung bisa, segalanya berproses. Dan yang ingin saya tekankan adalah, ilmu ini pun saya dapatkan hampir tanpa modal.
Dan anda tau apa yang terjadi kemudian? Iseng-iseng saya mengadakan jilbab class gratis untuk pertama kalinya. Dan responnya sungguh sangat luar biasa.

Dari sinilah kemampuan saya dalam kreasi jilbab makin terasah. Saya juga semakin percaya diri untuk mengadakan jilbab clas-jilbab class selanjutnya. Tentu saja jilbab clas selanjutnya tidak gratis,  saya mematok nominal yang cukup tinggi bagi peserta kursus jilbab class yang saya adakan. 
Akan saya ceritakan lebih banyak lagi pengalaman saya, dengan ilmu yang saya dapatkan dengan gratis (tanpa modal) tapi mampu saya jual dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi pada postingan selanjutnya. 
So jangan ada lagi yang mengeluh , "mba indah, saya pengen punya usaha, tapi ngak punya modal..." hadeeeeehhhh itu sudah lewat. 

Tetap semangat, temukan passion anda, temukan apa yang anda cintai dan mulailah berkarya dari rumah. Love u muslimah... :-h


it's me indah Triwahyuni
(Hijab Designer of ANNORA and PURPLE HIJAB)

Rabu, 17 April 2013

Lakukan yang Terbaik

Dalam berbisnis, salah satu prinsip yang saya percaya sangat ampuh adalah, lakukan yang terbaik. Hanya yang TERBAIK. Ya terbaik memang sangat relatif, saat awal-awal meproduksi Jilbab ANNORA --saat itu namanya masih Jilbab ANNISA, perasaan sich saat itu saya sudah melakukan yang terbaik, mendesain yang terbaik, tapi ternyata sepuluh tahun kemudian ketika saya melihat model-model jilbab saya zaman dahulu. masyaallah kok ya dulu ada yang beli ya... itulah maksud saya bahwa melakukan yang terbaik itu sangat relatif. So apakah yang anda lakukan saat ini sudah yang terbaik? yach masa bodoh. Yang penting lakukan saja yang terbaik yang menurut anda bisa anda lakukan saat ini. Melakukan yang terbaik menurut ilmu yang anda milliki saat ini. Gampang kan?

Biar lebih gampang, saya akan membuat contoh, semoga ini bisa menginspirasi anda untuk melakukan yang terbaik dalam berkarya.
Melakukan hal terbaik bisa dilihat dalam metamorfosis foto-foto produk saya.
Saat itu saya mencoba menjadi model bagi foto-foto produk dagangan saya, tapi sulit sekali membuat wajah seorang wanita dengan 2 orang anak kelihatan menarik di depan kamera. He..he..he...
Demi melakukan yang TERBAIK, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membeli sebuah patung manekin yang cantik. Wala... Saat itu rasanya puas sekali, semua  jilbab  kelihatan sangat bagus ketika difoto dengan model si manekin. Penjualan pun terus meningkat. Alhamdulillah.
Seiring dengan berjalannya waktu, kami berdua terus berusaha melakukan yang TERBAIK bagi bisnis kami. Salah satunya adalah dengan belajar, setiap hari kami berdua selalu berlomba untuk belajar, belajar tentang marketing online, cara mendatangkan 'LIKERS' di facebook, belajar ilmu editing foto dan belajar banyak hal setiap harinya

Suami saya terus memperdalam ilmu photoshopnya  --untuk editing photo-- sampai suatu ketika beliau meminjam sebuah buku tentang photoshop untuk dunia fashion, kami berdua heran, Wooww ternyata dengan photoshop 1 buah foto bisa menampilkan banyak warna.
Dari situ kami berdua mulai berfikir untuk mempelajari ilmu fotografi.
Singkat cerita akhirnya kami memutuskan untuk menganti model jilbab yang selama ini manekin dengan model manusia. Untuk itu tentu saja saya juga harus mempelajari ilmu make-up artis.

Tanpa dikomando suami saya pun sibuk memperdalam skill-nya dalam photoshop sambil terus searching di mbah google tentang dunia fotografi sementara saya sibuk melihat youtube yang mengulas tentang tutorial make up artist sambil menabung  pralatan make-up sedikit demi sedikit.

 Ini adalah hasil menabung peralatan make-up. ^__^

Foto jilbab lengan topi saat itu



Bermetamorfosis


Terus bermetamorfosis


Dan terus bermetamorfosis



Dan ini adalah foto Camelia saat itu.
Di facebook tercatat up load 17 desember 2010
Dan inilah hasil metamorfosis foto jilbab Camelia beberapa saat kemudian setelah kami melakukan yang TERBAIK dengan memperdalam ilmu photoshop, fotografi dan sedikit make-up artist.


Dan awal tahun ini, saya memutuskan untuk memberikan sentuhan berbeda bagi desain foto-foto saya agar memberikan impresi yang lebih baik bagi pemirsa. Dan hasilnya adalah seperti ini.
 Dan entah sudah berapa ribu jilbab type Camelia yang sudah terjual. Dan saya yakin salah satu penyebabnya -atas izin Allah- tentu saja karena saya sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi foto-foto saya.


So teruslah melakukan yang terbaik dalam bidang apapun yang anda geluti. Percayalah sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan segenap tenaga dan pikiran akan memberikan hasil yang berbeda. Teruslah belajar, lakukan yang terbaik bagi segenap mimpi mimpi anda. Dan lihatlah hasilnya.


it's me indah Triwahyuni




(Hijab Designer of ANNORA and PURPLE HIJAB)

Selasa, 09 April 2013

Masa Sulit...

Satu atau dua kali dalam sebulan, saya selalu menyempatkan diri untuk hunting bahan-bahan yang akan digunakan sebagai jilbab di Surabaya. Berburu kain, renda dan pernak-pernik konveksi untuk jilbab produksi saya. Tak jarang  iseng-iseng saya menyempatkan diri melihat-lihat ke toko bahan konveksi, yaa...benar-benar sekedar melihat-lihat, terkadang aktivitas itu bisa menimbulkan inspirasi untuk karya saya selanjutnya. Entah itu produk untuk produk ANNORA atau pun PURPLE HIJAB.

Tiap-tiap Brand produk saya memiliki karakteristik sendiri. ANNORA memiliki pangsa pasar muslimah yang sudah seatle dengan style jilbabnya. Yaitu mereka yang menyukai jilbab lebar yang syar'i, konsep jilbabnya santun namun tetap memiliki desain yang feminin, cantik dan unik, tentu saja dengan kualitas jahitan yang rapi.
Sementara PURPLE HIJAB. mengusung tema muslimah yang ingin menutup auratnya dengan sempurna, namun tetap ingin tampil fashionable, karena itu seluruh pasmina,  pasmina instan dan inner yang diproduksi PURPLE HIJAB, semuanya covering chest.
Lain lagi dengan Jilbab Cantiq Malang, sebagai toko online bervisi sebagai grosir jilbab murah tentu saja mengedepankan harga yang murah, dan model yang up-date.Karena harganya yang murah tentu saja kwalitasnya tidak sebagus PURPLE HIJAB dan ANNORA.  Tetapi Jilbab CantiQ Malang, insyaallah tetap termurah dikelasnya.

Kembali ke cerita tadi, biasanya setiap kali hunting bahan jilbab ke surabaya, saya selalu meminta mba iin, kakak saya untuk menemani.
Hari sabtu ini saya dan  mba iin kembali berjanji untuk hunting ke surabaya. Setelah seharian keluar masuk pasar, membeli aneka kebutuhan konveksi, dalam perjalanan pulang tiba-tiba kakak saya menyeletuk. "Huufff kalo diingat-ingat yaa... dulu itu kamu nekat sekali, keluar kota sendiri hanya untuk ikut pameran.Padahal tiap kali kamu pameran aku selalu ngak setuju." Cetus mba iin.
Saya terdiam mendengkar kata-kata itu. Lalu lintasan masa lalu itu pun segera berloncatan dari memori kepala saya.
"Memang kenapa mba iin nga setuju aku pameran keluar kota saat itu?" tanya saya.
"Yach belum tentu laku, belum tentu untung, tapi sudah jelas kamu harus keluar banyak uang untuk bayar Stand pameran, bayar karyawan yang bantu jaga stand dan biaya transportasi yang tidak murah." jelas kakak saya.

Saya pun tercenung.Ya? Kenapa saya dulu mau susah-susah keluar kota untuk pameran?
Karena hanya itulah, hal terbaik yang bisa saya lakukan saat itu. Saat itu saya sedang dalam tahap merintis usaha. Jual beli online belum sepopuler sekarang. 
Facebook juga belum ada di indonesia. Sementara mengandalkan kunjungan orang yang belanja kerumah tentu tidak cukup. Ada 2 anak yang menjadi tanggung jawab saya, ada karyawan yang yang harus saya gaji setiap bulannya. Kalau saya tidak nekad pameran ke luar kota, dengan apa saya bisa membayar semua tanggung jawab itu? Bahkan sekali pun saya tahu, untuk sebuah pameran taruhannya kalau ngak untung ya buntung. Saya akan tetap nekad pameran ke luar kota, karena mungkin saat itu ilmunya masih segitu.

Salah satu foto pameran yang pernah saya ikuti, nampaknya ini satu-satunya foto yang berhasil saya selamatkan, saat itu saya masih memasarkan jilbab saya lewat pameran dari satu kota ke kota yang lain

Tiap kali akan berangkat pameran keluar kota, dalam hati saya menangis, ya allah kenapabegitu sulithidup saya? bekerja hanya demi beberapa lembar rupiah, harus meninggalkan anak-anak saya selama semingu, bersama mba-mba karyawan saya yang ikut tidur di rumah dan mempercayakan pengasuhan mereka di tangan seorang pengasuh. Tiap kali akan mobil yang saya pinjam berangkat meninggalkan rumah kontrakan saya, dalam hati saya selalu menjerit, "Ya allah saya minta jatah rejeki buat anak-anak saya...bukankah engkau sangat kaya?"
Itu saja tidak cukup, dipalak polisi ditengah jalan sudah jadi makanan tiap berangkat atau pulang pameran.Mobil mogok di hutan, ban kempes, mobil terbakar cukup untuk membuat saya sport jantung, Sopir hanya saya bayar untuk mengantar ke pameran sesampai ditujuan dia kembali pulang dan menjemput kami lagi saat pameran selesai.


Selama pameran berlangsung, saya ditemani seorang  karyawan  -yang juga perempuan--  Kami berdua adalah satu-satunya peserta pameran perempuan yang tidur di stand, peserta lain yang tidur di stand adalah laki-laki. Masyaallah melas banget kalo mengingat itu semua. Teman-teman pameran menjuluki kami perempuan pameran. Lebih menyedihkan lagi kalo pulang pamean ngak bawa uang. Lho kok bisa? Yach bayangkan saja bayar stand 2,5 juta, biaya transportasi, gaji karyawan  dan makan 1 minggu 1,3juta, terjual dalam satu minggu 7 juta, kalo keuntungan 20 % artinya total laba 1.4 juta, jadi keuntungan bersih 1 minggu 100 ribu. Artinya, dalam seminggu saya hanya digaji 100 ribu. He..he..he..Kalo pas untung omset bisa mencapai 10-15 juta per minggu. Untuk nilai uang saat itu, (tahun 2008 atau 2009-an) omset segitu sudah bagus banget buat saya. Masalahnya tidak setiap pameran bisa mencapai omzet yang bagus.
Saya sudah beberapa kali mengikuti pameran. Ke Jogja, solo, ponorogo, malang.
Tentu saja jika omset pameran saya rendah mungkin karena saat itu saya sedang belajar, belajar berdagang, strategi marketing dll. Rupanya saat itu Allah sedang mengajarkan banyak hal buat saya.
Atau omzet saya rendah karena model jilbab saya kurang variatif.
Alhamdulillah semua itu sudah terlewati, banyak hal yang sudah Allah ajarkan pada saya.Tanpa masa sulit sulit itu mustahil bisa ada masa sekarang, justru karena telah melewati masa sulit itulah akhirnya sekarang saya bisa sampai di titik ini.

So kalau anda sekarang sedang berada pada masa sulit, tenang saja, roda berputar... tidak akan selamanya anda anda dibawah. Yang penting tetap melakukan yang terbaik, sertakan Allah dalam setiap langkah, istiqomah, kerja keras, lakukan yang terbaik dan jangan lupa sedekah. Selebihnya biarkan tangan-tangan Allah yang bekerja. U will see. Roda berputar, kalo masa kejayaan anda tiba, anda akan mengingat masa sulit itu sebagai sesuatu yang manis. ^__^


it's me indah Triwahyuni
(Hijab Designer of ANNORA and PURPLE HIJAB)